Resume Artikel Ilmiah “Acceptance of Unified Communications and Collaboration Applications Among Students: A Case Study of University in Sumbawa Island Indonesia”

 


Artikel berjudul "Acceptance of Unified Communications and Collaboration Applications Among Students: A Case Study of University in Sumbawa Island Indonesia" yang diterbitkan dalam Journal of Advanced Research in Applied Sciences and Engineering Technology mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan aplikasi komunikasi dan kolaborasi terpadu (Unified Communications and Collaboration atau UCC) di kalangan mahasiswa di sebuah universitas di Pulau Sumbawa, Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan UCC di lingkungan akademis yang terletak di daerah pedesaan.

Pandemi COVID-19 membawa perubahan besar dalam cara pendidikan dilaksanakan, dengan meningkatnya penggunaan teknologi seperti Google Meet, Microsoft Teams, dan Zoom untuk mendukung pembelajaran jarak jauh. Teknologi UCC menjadi semakin penting karena menyediakan platform komunikasi yang lebih efisien dengan menggabungkan teknologi komputer dan komunikasi konvensional. Namun, penerimaan teknologi ini di kalangan mahasiswa, khususnya di daerah pedesaan seperti Pulau Sumbawa, masih menjadi perhatian penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana mahasiswa di daerah ini menerima dan menggunakan aplikasi UCC dalam proses pembelajaran mereka.

Penelitian ini menggunakan metode survei yang melibatkan 210 mahasiswa sarjana dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Responden dipilih menggunakan teknik convenience dan snowball sampling, dan survei dilakukan secara online. Tujuh variabel utama yang dievaluasi dalam penelitian ini adalah Facilitating Condition (FC), Performance Expectancy (PE), Effort Expectancy (EE), Social Influence (SI), Motivation (MO), Collaboration (CO), dan Behavioural Intention (BI), yang dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan variabel kontrol seperti jenis kelamin dan pengalaman dalam menggunakan teknologi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap penerimaan aplikasi UCC di kalangan mahasiswa. Secara khusus, Collaboration menunjukkan hubungan paling kuat dengan niat perilaku untuk menggunakan UCC, yang menunjukkan bahwa kolaborasi antar mahasiswa sangat berpengaruh terhadap penggunaan teknologi ini. Facilitating Conditions atau kondisi yang memfasilitasi, juga ditemukan memiliki pengaruh langsung terhadap penerimaan aplikasi UCC. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang merasa terbantu dengan kondisi fasilitas yang ada, serta mereka yang memiliki motivasi dan terlibat dalam kolaborasi, lebih cenderung menerima dan menggunakan teknologi UCC dalam proses pembelajaran mereka.

Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa Collaboration memiliki hubungan yang paling kuat dengan Behavioural Intention, diikuti oleh Social Influence dan Effort Expectancy. Selain itu, analisis regresi menunjukkan bahwa Facilitating Conditions sangat mempengaruhi penerimaan aplikasi UCC. Hasil ini mendukung hipotesis bahwa niat perilaku sebagian memediasi hubungan antara harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, motivasi, dan kolaborasi terhadap penerimaan aplikasi UCC.

Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam niat perilaku berdasarkan jenis kelamin atau lamanya pengalaman menggunakan aplikasi UCC. Hal ini menunjukkan bahwa baik laki-laki maupun perempuan memiliki tingkat niat yang sama dalam menggunakan aplikasi UCC, dan pengalaman individu tidak memengaruhi niat mereka secara signifikan. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan aplikasi UCC di kalangan mahasiswa, yang dapat digunakan oleh universitas lain, terutama di daerah pedesaan, untuk meningkatkan penggunaan UCC dalam pembelajaran. Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk fokus yang tidak spesifik pada satu aplikasi UCC dan penggunaan data cross-sectional. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperluas model konseptual dan cakupan populasi yang diteliti.

TUGAS PKKMB : anggi ayu ardia


Komentar